Merebaknya Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Kementan Pastikan Stok untuk Hewan Kurban Aman


Ilustrasi Sapi Kurban-Pixabay-https://pixabay.com/

JAYATI KEDIRI - Belakangan penyakit mulut dan kuku sedang menjangkiti sapi di beberapa daerah, terutama di Jawa Timur. Wabah penyakit mulut dan kuku ini meresahkan para peternak.

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dikawatirkan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar, terlebih lagi beberapa bulan lagi akan memasuki hari besar Idul adha.

Dilansir dari laman Ditjen Pkh Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak memengaruhi stok ternak untuk perayaan hari raya Idul adha tahun ini. Stok ternak ruminansia secara nasional disebut sangat mencukupi.

“Mengacu pada data nasional tahun lalu, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, pada keterangan pers, Jumat (13/5).

Melihat data ini, dirinya menilai stok untuk pasokan hewan kurban tahun ini pun seharusnya aman. Apalagi bila bercermin pada penyelenggaraan kurban tahun 2021, total penyembelihan hewan kurban tahun lalu hanya sebanyak 1,7 juta ekor yang terdiri dari 609,5 ribu ekor sapi, 14,2 ribu ekor kerbau, 281,3 ribu ekor kambing, dan 750,6 ribu ekor domba.

`
Kategori : Nasional